Kuperhatikan,
Semakin sering ada senyum di sela otot-otot wajahmu. Kau tampak siap melaut lagi, tidak seperti kemarin pagi saat kau duduk berlumut bersembunyi. Mungkin karena cangkir panasmu? Atau evolusi sari tanaman yang membangkitkanmu?
Aku mendengar keberanian. Masih sayup, namun ada. Kau bisa bersuara! Aku tak akan menyalahkan Ursula manapun yang mengambil suaramu, karena pasti bukan penyihir laut semacam itu pelakunya. Saat aku berpura-pura tidak melihatmu, aku sedang mendukungmu.
Kakiku setengah basah di tepi pulau. Kalau aku pindah, pasir-pasir pasti berpegangan erat padaku. Aku sedang tidak ingin repot. Biarkan aku tetap pura-pura tidak melihatmu.
Comments
Post a Comment