Di timur sana, dekat dengan laut yang bertemu dengan langit, aku tahu kau lelah. Tidak melautpun tetap kau menguras tenaga. Kemudian kau berubah menjadi rerumputan layu yang tak sanggup membelit batu. Seperti terkutuk, kau bersembunyi.
Matahari datang dan pergi, memulihkan sihir yang tak tertangkal. Tapi kau tak pernah kenal apa itu pulih. Mungkin pulih hanyalah delusi.
Kau masih di timur sana, masih lelah. Selama itu pula aku berdiam di barat, berdoa.
Matahari datang dan pergi, memulihkan sihir yang tak tertangkal. Tapi kau tak pernah kenal apa itu pulih. Mungkin pulih hanyalah delusi.
Kau masih di timur sana, masih lelah. Selama itu pula aku berdiam di barat, berdoa.
Comments
Post a Comment