Pelan-pelan layar berbelok. Kemudi diputar mengikuti hati. Angin pelan, air tenang. Perenungan memilih pasir baru untuk menjejak.
Tak ada yang bisa ditemui, selain kekosongan yang tenang dan sayup suara di kejauhan. Tak dipedulikan tepatnya dari mana. Aku lebih memilih kekosongan.
Sepertinya kau juga ada di sini. Lautan masih tenang saat kita bertegur sapa. Dua bidak catur diam, satu bidak catur entah apa kabarnya.
Kita diam, mendengarkan kesunyian yang menyenangkan.
Comments
Post a Comment