Untuk yang Terlalu Lama Diam

Kata-kata terakhir yang terbaca darimu terindera seperti sebuah teguran, entah untuk siapa. Sudah tak terlacak dari jendelaku ke mana kemarin kau menuju, hingga aku tak dapat mengamati siapa-siapa yang mengelilingimu. Angin sudah terlalu sering menggeser butir pasir yang tadinya kau injak.

Siapa yang kau pinta kesunyiannya?

Di antara deru dan debu, duniamu semakin semu buatku. Tak dapat kususun lagi nama-nama pria-wanita yang biasa kau salami. Begitu saja, lalu isi kepalamu meneriaki salah satu dari mereka, atau justru kesemuanya.

Comments