Satu bidak catur tumbang. Menumbangkan diri; sedangkan kukira selama ini ia bergerak menujumu. Satu bidak catur yang selama ini tampak diam-diam menganggapku musuh.
Papan ini jadi timpang. Kita masih berdiri berseberangan, diam di tempat. Masih kau ingat cara kita bermain? Ya, masih ada satu bidak catur lain. Sejauh ini langkahnya masih terprediksi.
Petak kosong tempat bidak yang baru saja tumbang itu, aku yakin akan diserbu oleh bidak-bidak asing yang bergerak menujumu. Yang terkuat akan naik jabatan menjadi ratu. Sedangkan aku sampai sekarang masih diam mengamati.
Comments
Post a Comment