Untuk yang Merindukan Sesuatu

Bolehkah aku bertanya sedang di persimpangan mana kau sekarang? Jejakmu baru saja lenyap beberapa bulan lalu ketika aku memalingkan pandangku ke barat. Sayup terdengar kau memulai petualangan baru usai meninggalkan atap terakhir tempat kita melambaikan tangan, tapi tidak ada yang yakin apa petualanganmu kali ini.

Kemudian aku temukan surat-surat. Berjejal kesepian belepotan sidik jarimu. Tertera kerinduan tumpah ruah di sana. Siapakah? Rumahkah? Aku lihat kita mencari cakrawala yang berbeda. Kau dengan gunung dan laut asingmu, aku dengan meja-kursi dan jendelaku. Sebebas itu dirimu. Sebanyak itu rindumu.

Sesempatnya kita bertemu lagi, akan kubincangkan banyak cerita yang kulihat dari balik jendelaku. Memang tidak ada gunung dan laut, tapi mungkin secangkir minuman hangat bisa membuatmu maklum.

Comments