Pohon beringin di tengah plaza mendapati beberapa akarnya tersangkut satu sama lain. Dia mencoba untuk tak panik, nyatanya dia panik. Dia mencoba untuk tenang, nyatanya dia tak tenang. Apa daya sebuah pohon beringin mengurai yang tak terurai?
Dia bernapas, seperti biasa. Udara masuk, udara keluar. Sama saja. Hanya terganjal kepanikan yang berangsur berubah jadi kepasrahan. Dia bernapas lagi. Udara masuk, udara keluar. Akar-akar itu masih menyayanginya seperti kemarin.
Comments
Post a Comment