Untuk yang Tertunda

Malam keenam. Seperti cerita-cerita yang disampaikan di sekeliling perapian di tengah bumi perkemahan, malam keenam bisa jadi babak penyelesaian, atau justru permulaan, tergantung dari gerak-gerik tokohnya. Dalam kasusku, malam keenam seharusnya jadi gerbang bagi rahasia baru.

Pernah mendengar suara kayu bergemeretak dimakan api? Suara itu juga ada dalam pembuluh darahku. Memburu yang seharusnya tak diburu, tapi terlanjur terjadi. Mewujud dalam apa yang mereka sebut debaran. Hei, seberapa penting cerita ini hingga harus ada debaran?

Malam keenam tiba-tiba saja berlalu tanpa sempat aku tatap. Seperti anak-anak yang selesai duduk mengelilingi perapian, kembali ke dalam tenda lalu tidur. Ternyata setidakpenting itu, cerita ini.

Comments