Jerapah-jerapah mengangkat kepala mereka tinggi-tinggi. Sepertinya, jika mereka bisa, telinga-telinga itu juga hendak mereka rentangkan jauh-jauh. Mungkin mereka bosan akan dedaunan yang sama dari pekan lalu, atau mungkin ada burung legendaris tiba-tiba melintas di antara mereka.
Tiga ekor burung legendaris.
Yang mereka tahu, burung-burung itu ada dalam dongeng buyut jerapah yang tak bisa dinalar kebenarannya. Bersembunyi di balik entah bebatuan entah pepohonan, entah berkicau entah berbisik.
Jerapah-jerapah itu terus memperhatikan.
Comments
Post a Comment