Untuk yang Mengetahui Agendaku

Bagaimana jika kita mengambil jadwal penerbangan yang sama, duduk bersebelahan, menuju bandara yang sama? Kita sama-sama lelah memperjuangkan sebuah cita-cita remeh di ibukota, dan harus siap lelah lagi di hari lusa. Bagaimana kalau kita isi kelelahan itu dengan obrolan ringan di udara?

Jangan khawatir, aku tidak sungguh-sungguh mengajakmu. Sekuat apapun tanah tak rata memanggil jiwamu, tak akan pernah namaku jelas tertera di sana. Awan-awan yang seharusnya mendongak menonton kita, biarkan mereka tetap menunduk memperhatikan aku yang berada ratusan kilometer dari kotamu.

Comments