Adalah suatu kesalahan untuk menerka-nerka bagaimana kabarmu dan berharap semua pertemuan tak sengaja itu diulang dengan rapi. Aku berdiri di poros neraca yang tak semestinya ada. Aku hendak berdiri tegak, namun neraca itu selalu bergerak ke kiri dan ke kanan. Dengan setiap keinginan yang tak seharusnya diinginkan ditampung di tiap cawan. Aku goyah.
Dan terakhir kali aku goyah, kau muncul. Entah di tepi jalan, di keramaian, bahkan yang terburuk adalah di hari ulang tahunku yang selalu kulewati sendirian dengan nyaman. Aku tidak ingin ketidakseimbanganku menjadi doa. Atau takdir.
Di malam hari dengan hujan yang deras dan menyenangkan, atau saat matahari masih terang dengan lalu lalang orang-orang, adalah suatu kesalahan untuk melangkah ke cawan neraca berisi pengharapan. Jika saja tenagaku lebih kuat daripada ayunan neraca itu, sudah kutendang ia dari kemarin. Agar neraca itu terguling dan semua isi cawannya berserakan.
Comments
Post a Comment