Untuk yang Baik Hati

Bercerita itu sulit. Kau butuh sebuah bahasa, kadang-kadang kertas dan pena, kadang-kadang napas yang panjang. Lalu kau butuh kunci yang tepat agar ada yang bisa membaca isyaratmu, atau melihat sosokmu.

Berdiri tanpa latar belakang, duduk menyimak tanpa dipersilakan. Orang asing yang aneh. Setidaknya tanpa penghakiman; itu yang membuatku tak terganggu.

Bercerita itu sulit. Masih kubiarkan dia menyimak dari balik dinding. Kunci itu masih tidak kuacuhkan.

Comments