Untuk yang Mampir

Apa kau berada di kota ini lagi?

Meskipun kembalinya dirimu tak akan berpengaruh pada peluang pertemuan kita, aku senang bisa melihatmu melintas. Lagipula jika kita bertemu, tak ada yang bisa kita perbincangkan. Pasti lagi-lagi akan ada punggung yang memunggungi satu sama lain.

Sudah berapa banyak gunung dan laut yang kau taklukan setelah beranjak dari sini? Mungkinkah kau membuat scrap book manis-maskulin berisi kulit kerang dan dedaunan yang asing? Sungguh, jika ya, aku ingin mengamati setiap halamannya, dengan hati-hati, dengan teliti.

Kita tak pernah benar-benar saling berpamitan. Tiba-tiba saja salah satu dari kita pergi. Apa yang aku harapkan? Sedangkan sehari-harinya saja obrolan kita hanyalah sapaan basa-basi tanpa bobot. Mungkin aku sama asingnya dengan kulit kerang dan daun-daun itu. Kau pun asing, dan pantas dikenang.

Selamat datang kembali.

Comments