Aku selalu mengulang rentetan plot yang sama. Memandang, diam, menjauh. Aku tidak mau repot memilin benang, yang mereka bilang berwarna merah, untuk diikatkan di jari kita. Apa yang melintas di benakmu? Sunyi?
Yang paling sunyi adalah ketika kau ada di dalamnya. Seperti dua buah bangku yang terletak di pojok depan dan pojok belakang, dari baris paling kanan dan baris paling kiri, itulah kita. Jauh, tak berseru, pun berbisik.
Tiba masanya plot itu berakhir. Kau selesai. Aku menjauh. Kurasa bangku-bangku kita telah dipindahkan ke dua ruang kuliah berbeda. Atau teronggok bersama bangku-bangku rusak lainnya.
Tiba masanya plot itu berakhir. Kau selesai. Aku menjauh. Kurasa bangku-bangku kita telah dipindahkan ke dua ruang kuliah berbeda. Atau teronggok bersama bangku-bangku rusak lainnya.
Comments
Post a Comment