Kau bilang bebatuan dan pepohonan mungkin menyimpan pesan untuk orang-orang terpilih di masa depan. Andai kau mengatakannya lebih awal, mungkin aku segera pulih dari serangan panik pasca tersesat di awal bulan Desember tahun lalu. Lebih tepatnya, andai aku sempat berbagi kisah ketersesatanku mungkin kau bisa menyahutiku dengan kata-kata menenangkan itu.
Kau punya keakraban berbeda dengan tanah dan segala tonggak-tonggaknya. Sedangkan aku, arah pulang saja sudah dahsyat memberikan ingatan berbeda di kepalaku. Pengelana selamanya akan berkelana. Selamanya akan membuat peta baru. Mungkin aku pengelana yang gagal... memang bukan pengelana, sih.
Jika secangkir kopi bisa memancing kita bertukar cerita, akankah takdir membuka jalan untuk hari itu?
Comments
Post a Comment